LOS ANGELES -apakah benda pada dataran Mars es atau garam? Pertanyaan ini menghantui para ilmuwan selama 3 minggu semenjak penjelajah Phoenix mulai menggali bagian kutub utara Mars untuk mempelajari kemungkinan adanya habitat kutub tertentu di sana.
Beberapa parit dangkal yang tergali oleh lengan-mirip-robotnya mesin penjelajah tersebut telah terkuak dan saat itu potongan material putih misterius bercampur dengan gumpalan tanah mars yg kemerah-kemerahan.
———————-diterjemahkan oleh: masbadar
Phoenix menggabungkan kedua galian parit minggu sebelumnya ke dalam sebuah pit dan terukur panjang kurang dari satu kaki dan dalamnya 3 inchi. Parit baru telah tergali pada bagian tepi dari polla berbentuk poligon di tanah yg mungkin terbentuk oleh mencairnya es bawah tanah karena cuaca.
Foto-foto baru menunjukan substansi terang ygg muncul pada bagian atas parit, mengesankan bukan hasil bentukan dari tempat penggalian tersebut. Phoenix akan gambar-gambar parit yg diuluki “Dodo-goldilocks” tersebut beberapa hari mendatang untuk merekam beberapa perubahan. Jika material itu adalah es, para ilmuwan berharap es ini mencair -membentuk semacam gas yg solid, melalui fase cair-ketika diekspos cahaya matahari karena temperatur planet yg dingin dan tekanan atmosfer yang rendah.
“Kami mengira material itu adalah es. akan tetapi, hingga kami bisa meliahtnya…kami belum bisa memastikannya,” kata ilmuwan Ray Arvidson dari Universitas St. Lois hari minggu.
Jika material ini bukan es, penemuan akan garam akan menjadi signifikan karena garam secara normal terbentuk ketika air menguap dari dalam tanah.
Preliminary results from a bake-and-sniff experiment at low temperatures failed to turn up any trace of water or ice in the scoopful of soil that was delivered to the lander’s test oven last week. Scientists planned to heat the soil again this week to up to 1,800 degrees, said William Boynton of the University of Arizona in Tucson.
Phoenix landed in the Martian arctic plains on May 25 on a three-month, $420 million mission to study whether the polar environment could be favorable for primitive life to emerge. The lander’s main job is to dig into an ice layer believed to exist a few inches from the surface.
Proyek tersebut di pimpin oleh Universitas Arizona dan dibawah manajerial Laboratorium Propulsi NASA. Penjelajah dirakit oleh Lockheed Martin Corp.
sumber: http://news.yahoo.com








No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini