Sebenarnya saya tidak mempercayai akan adanya hari kebangkitan nasional yang asal muasal dan sejarahnya, menurut saya perlu diperdebatkan benarkah 20 mei 1908 merupakan tonggak sejarah bangkitnya bangsa ini (?).

Ok, lupakan sejarah yg gak jelas dan mari membuat sejarah baru. Hari ini Indonesia di depan moncong kebangkrutan. Betapa tidak? Ancaman naiknya harga BBM adalah indikasinya, lalu demo-demo besar sepertinya sudah terdengar akan dimobilisasi, beberapa orang memperkirakan adanya kerusuhan baru seperti mei 1998. Smoga tidak, harapan saya.

Bangkrut, bangkrut, bangkrut..

Moral bangkrut ekonomi bangkrut. Ada semacam keyakinan di masyarakat bahwa membiarkan pasangan berkumpul kebo, maka sekampung akan terkena sial. Atau menyaksikan zina dgn menikmatinya akan membuat sial 4o hari 40 malam, kata teman saya beberapa waktu lalu.

Dahulu para pahlawan berjuang keras memperjuangkan kemerdekaannya hingga tetes darah yg terakhir, kini generasi muda kita berjuang keras di tengah serbuan ancaman sisi negatif teknologi hingga tetes darah yg pertama. Maksud saya adalah betapa banyak perangkat teknologi yang mengancam generasi muda untuk berzin? bahkan orang tua bahkan para penegak hukum kita (hukum kita? hukum elo aja kali, gua enggak!!) :) :D

Saya tidak bisa berbicara banyak untuk memaparkan solusinya, sebab kita semua sudah tahu solusi untuk bangkit dari kebangkrutan ini, tanya saja hati nurani. Gak usah dengerin nasihat ustadz, khotbah jum’at dan dan ceramah pengajian atau bahkan pidato kenegaraan, jika anda memang sudah autis, eh apatis terlebih dahulu.

Nah, mari bangkit dari kebangkrutan, karena hari gini yg namanya pahlawan hanya ada di komik dan bioskop, jadilah pahlawan bagi pribadi anda sendiri, keluarga dan masa depan anak-anak anda!