Schism meng-counter Fitna

tulisan ini saya terjemahkan dari: http://www.kuwaittimes.net/read_news.php?newsid=MTIxODc2ODY5Nw==

Dipublikasikan: April 11, 2008

BEIRUT: Seorang blogger Saudi telah membuat sebuah video durasi pendek yg menyoroti teks-teks Injil yang mendalili seruan perang dan ceramah kekerasan para ekstrimis Nasrani, sebagai jawaban atas film anti Qur’annya seorang politisi Belanda yang memicu amarah protes di jalan-jalan di wilayah-wilayah muslim.

Rae Al-Saeed mengatakan kepada The Associated Press kemarin bahwa tujuan videonya yg berdurasi 6 menit tsb adalah untuk menunjukan bahwa Islam janganlah dihukumi dengan menonton fil “Fitna” buatan Geer Wilder, yang menghubungkan serangan teror oleh ekstrimis muslim dengan teks-teks dari Al Qur’an, kitab suci umat Islam. “Adalah sangat mudah mengambil sebagian dari kitab suci yang melenceng (dari konteks) dan menyeolahkan sebagai kitab paling tidak berperi-kemanusiaan yg pernah ditulis”, Kata Al Saeed dalam pernyataanya yg diposting pada akhir video.

Inilah yang Geert Wilder lakukan untuk mengumpulkan pendukung lebih untuk ideologi kebenciannya. Dalam membuat schism”, Ia menambahkan, Al-Saeed, 33, mengatakan ia mengangkat catatan-kaki-yang-menunjukan-dalil-ekstrimis-Kristen-dan-tentara-Inggris-dalam-membantai-Iraq dari Youtube dan menggunakan metode yang sama dengan cara Wilders.

Betapapun, Al-Saeed menyebut filmnya, yang berjudul “Schism”, tidak dimaksudkan untuk menantang umat Nasrani. Film Widers telah membuat marah kaum Muslim sedunia, menyebarkan protes di beberapa negara dan memicu seruan boikot produk-produk Belanda.

Pada hari Senin, sebuah pengadilan di Belanda menolak permintaan dari Federasi Islam Belanda untuk membredel Wilders, keputusan hakim bahwa tayangan yang diekspresikan dalam filmnya tidak melewati batasan legal terhadap menimbulkan kebencian atau kekerasan. Al-Saeed adalah seorang seorang yg terkenal dan kerap dipuji para bloger Saudi, dan menjalankan sebuah bisnis manajemen event di ibukota saudi, Riyadh. Ide videonya sendiri datang dari “Fitna”, yg dalam bahasa Arab berarti “pertengkaran/percekcokan” ia membubuhkan “Schism” dan merilisnya sehari berikutnya, Al-Saeed mengatakan, “Jika saya diminta hak cipta, akan saya katakan saya melakukan yang dilakukan Wilder.

Al-Saeed juga menggunakan ayat-ayat dari Injil, termasuk satu dari 1, Samuel 15, yang menyerukan serangan atas Amalekites. “Pergi dan serbulah Amalekites! Hancurkan mereka dan dan semua milikmereka. Jangan berbelas kasihan. Bunuh kaum lelaki, wanita, anak-anak dan bahkan bayi-bayi mereka. Bantai ternak, domba, unta dan keledai mereka, “begitu nukilannya, menurut Injil bahasa Inggris kontemporer.

Sebelum memposting video tsb pada Youtube, Al-Saeed mengatakan bahwa ia mempertontonkannya kepada partner bisnis Libanonnya yg nasrani untukmeyakinkan bahwa filmnya tidak menyerang kaum Nasrani. dalam 12 jam setelah ia posting, videonya dihapus dari Youtube dengan pesan dari situs tersebut bahwa isi video tsb tidak sesuai. “Saya mengirimkannya lagi dengan sebuah pesan, ‘Sebelum anda hapus Schism, lihatlah Fitna. Hapus keduanya jika anda menganggapnya tidak sesuai,” Kata Al-Saeed

Kemarin, Video Al-Saeed masih dapat diakses dari Youtube dan website yg lain. Sang blogger menyebut videonya telah ditonton oleh 5000 user. “Tujuan saya tidak untuk menyebar kebencian,” Katanya. “Saya hanya membuat satu point. Mungkin cara saya agresiv. Hal ini bisa dianggap tidak pantas, tetapi saya ingin agar ide saya benar-benar berseberangan (dgn ide-ide Wilder.-pent) – AP

klik di sini untuk melihatnya di youtube