Schism meng-counter Fitna
BEIRUT: Seorang blogger Saudi telah membuat sebuah video durasi pendek yg menyoroti teks-teks Injil yang mendalili seruan perang dan ceramah kekerasan para ekstrimis Nasrani, sebagai jawaban atas film anti Qur’annya seorang politisi Belanda yang memicu amarah protes di jalan-jalan di wilayah-wilayah muslim.
Rae Al-Saeed mengatakan kepada The Associated Press kemarin bahwa tujuan videonya yg berdurasi 6 menit tsb adalah untuk menunjukan bahwa Islam janganlah dihukumi dengan menonton fil “Fitna” buatan Geer Wilder, yang menghubungkan serangan teror oleh ekstrimis muslim dengan teks-teks dari Al Qur’an, kitab suci umat Islam. “Adalah sangat mudah mengambil sebagian dari kitab suci yang melenceng (dari konteks) dan menyeolahkan sebagai kitab paling tidak berperi-kemanusiaan yg pernah ditulis”, Kata Al Saeed dalam pernyataanya yg diposting pada akhir video.
Inilah yang Geert Wilder lakukan untuk mengumpulkan pendukung lebih untuk ideologi kebenciannya. Dalam membuat schism”, Ia menambahkan, Al-Saeed, 33, mengatakan ia mengangkat catatan-kaki-yang-menunjukan-dalil-ekstrimis-Kristen-dan-tentara-Inggris-dalam-membantai-Iraq dari Youtube dan menggunakan metode yang sama dengan cara Wilders.
Betapapun, Al-Saeed menyebut filmnya, yang berjudul “Schism”, tidak dimaksudkan untuk menantang umat Nasrani. Film Widers telah membuat marah kaum Muslim sedunia, menyebarkan protes di beberapa negara dan memicu seruan boikot produk-produk Belanda.
Pada hari Senin, sebuah pengadilan di Belanda menolak permintaan dari Federasi Islam Belanda untuk membredel Wilders, keputusan hakim bahwa tayangan yang diekspresikan dalam filmnya tidak melewati batasan legal terhadap menimbulkan kebencian atau kekerasan. Al-Saeed adalah seorang seorang yg terkenal dan kerap dipuji para bloger Saudi, dan menjalankan sebuah bisnis manajemen event di ibukota saudi, Riyadh. Ide videonya sendiri datang dari “Fitna”, yg dalam bahasa Arab berarti “pertengkaran/percekcokan” ia membubuhkan “Schism” dan merilisnya sehari berikutnya, Al-Saeed mengatakan, “Jika saya diminta hak cipta, akan saya katakan saya melakukan yang dilakukan Wilder.
Al-Saeed juga menggunakan ayat-ayat dari Injil, termasuk satu dari 1, Samuel 15, yang menyerukan serangan atas Amalekites. “Pergi dan serbulah Amalekites! Hancurkan mereka dan dan semua milikmereka. Jangan berbelas kasihan. Bunuh kaum lelaki, wanita, anak-anak dan bahkan bayi-bayi mereka. Bantai ternak, domba, unta dan keledai mereka, “begitu nukilannya, menurut Injil bahasa Inggris kontemporer.
Sebelum memposting video tsb pada Youtube, Al-Saeed mengatakan bahwa ia mempertontonkannya kepada partner bisnis Libanonnya yg nasrani untukmeyakinkan bahwa filmnya tidak menyerang kaum Nasrani. dalam 12 jam setelah ia posting, videonya dihapus dari Youtube dengan pesan dari situs tersebut bahwa isi video tsb tidak sesuai. “Saya mengirimkannya lagi dengan sebuah pesan, ‘Sebelum anda hapus Schism, lihatlah Fitna. Hapus keduanya jika anda menganggapnya tidak sesuai,” Kata Al-Saeed
Kemarin, Video Al-Saeed masih dapat diakses dari Youtube dan website yg lain. Sang blogger menyebut videonya telah ditonton oleh 5000 user. “Tujuan saya tidak untuk menyebar kebencian,” Katanya. “Saya hanya membuat satu point. Mungkin cara saya agresiv. Hal ini bisa dianggap tidak pantas, tetapi saya ingin agar ide saya benar-benar berseberangan (dgn ide-ide Wilder.-pent) – AP







15 comments
Comments feed for this article
13 April 2008 pada 7:54 am
yoga
Gua setuju banget pada al-Saeed,dia bisa nunjukin di luar islam bau – bau permusuhan,peperangan, lebih banyak mempengaruhi umatnya.Makanya kalau mau baca kitab agama lain baca dulu yang bener kitab sendiri,baru kitab yang lain mana yang kata dia anggap arogan.
———————
masbadar: alhamdulillaah, ternyata dengan sangat tidak emosional, bahkan sangat dewasa sekali; al-saeed membuat video ini dengan mempertontokannya dulu di depan koleganya (sekali lagi; koleganya gitu loh, yg nasrani), bisakah wilders and the gang begitu?
13 April 2008 pada 8:48 pm
Pyrrho
Apakah Geert Wilders itu representasi Kristen sehingga perlu dibuat film yang mengcounter film buatannya ? Lalu apa bedanya Al-Saeed dengan Wilders jika film yang mereka buat bertema sama : menyebarkan kebencian terhadap agama lain.
————————
saya tidak setuju atas langkah al-saeed membuat video sebagai balas dendam. sama sekali gak. Dan pada kenyataannya al-saeed tidak meniatkan demikian (mudah2an). Mungkin lebih lengkap dan seru kalo ada yg membuat tandingan fitna yg lain dengan sudut pandang yg sama terhadap beberapa isme di dunia ini. fitna ttg Yahudi, fitna ttg Hindu fitna ttg Atheis, fitna ttg Budha. Saya yakin bahwa semua penganut isme-isme/ agama akan berang kalo difahami dengan cara Wilder memahami Islam.
salam..
masbadar: trims udah koment.
14 April 2008 pada 8:48 pm
Mail
aneh, film ini tidak mengemparkan seperti fitna. untung gak ada demo bakar2an.
—————
masbadar: mungkin karena dibuatnya:
1. bukan oleh poli tikus
2. tidak berdasarkan kebencian pada suatu agama
3. hanya sekedar perbandingan, bukan balas dendam
15 April 2008 pada 5:10 pm
Dimas
Ya Allah…Maafkan kami, maafkan kami atas kata-kata dan perbuatan-perbuatan jahat yang kami lakukan. Bukannya berusaha untuk membuat dunia menjadi tempat yang indah untuk hidup, kami malah bertengkar satu sama lain, bertikai, berkelahi dan akhirnya berperang. Kami lupa dengan perintah-Mu untuk mengasihi orang lain, kami lupa dengan perintah-Mu untuk menyayangi orang lain, kami lupa dengan perintah-Mu untuk mencintai orang lain. Maafkan kami Ya Allah atas rusaknya hati kami. Bimbing kami agar hati ini dipenuhi oleh kasih sayang-Mu, dipenuhi oleh belas kasih-Mu dan dipenuhi oleh cinta-Mu. Bimbing kami ke dalam Keagungan Kebenaran-Mu. Tidak ada kebenaran selain Engkau. Maha Suci Engkau, kami memohon ampun kepada-Mu.
————————–
amien.. yaa Rabb..
syukron ‘alaa ihtimaamikum hunna..
dan berdo’a di blog ana..,
Sungguh malaikat bertanya ketika Allah hendak menciptakan manusia sebagai makhluq yang turun temurun bergenerasi di dunia ini, mereka para malaikat mempertanyakan ttg makhluq yang suka menumpahkan darah ini, dan Allah menjawab bahwa manusia adalah makhluk diberi pengetahuan, yang selalu belajar (terbukti ketika manusia pertama bisa menjawab pertanyaan Nya, dan malaikat tidak).
Jadi manusia yang masih suka terbawa insting aslinya dgn berperang menumpahkan darah adalah manusia yang tidak bisa memanfaatkan pengetahuannya, ilmunya yg telah Allah berikan dalam hati.
15 April 2008 pada 7:33 pm
ressay
Benar-benar agenda dibalik pembuatan film FITNA terlaksana juga. Terbukti adalah salah satu dari umat Islam yang begitu reaksionernya membuat film tandingan yang berisi tidak jauh berbeda dengan FITNA.
Gak ada bedanya antara orang yang membaut film FITNA dnegan SCHISM.
——————-
masbadar: silahkan baca tanggapan komentar saya di atas. Tentu ada bedanya donk, wilder non muslim, al-saeed muslim, dan silahkan anda baca dengan cermat postingan ini, berbeda kan? niatan si wilder dengan al saeed? wilder benar2 islamophobia dan al-saeed sekedar membandingkan seandainya ada orang yg memandang suatu agama dengan cara wilder. makasih udah mampir.
16 April 2008 pada 5:44 am
Landy
Gak bisa di lihat kok film ????
—————
masbadar: filmnya gak bisa diakses? masa seh…
16 April 2008 pada 3:29 pm
ressay
Menurut saya, tetapi sama.
Silakan Anda buka-buka kembali definisi muslim menurut Rasulullah di dalam Shahih Bukhari.
Dari film Schism tersebut, yang terluka adalah umat Kristiani.
Dari film FITNA tersebut, yang terluka adalah umat Islam.
Gak ada bedanya khan? sama-sama melukai suatu agama karena menuduh yang bukan-bukan.
Mengapa sih tidak bisa bersikap bijak?
Film FITNA tersebut itu intinya Islam yang sedang dibicarakan.
Lalu mengapa si orang arab saudi itu malah buat film yang membicarakan diluar Islam? sungguh tolol menurut saya.
Mengapa sih tidak kita buat video yang berisi pembelaan diri bahwa Islam tidak seperti yang digambarkan oleh film FITNA.
jadi kalau dalam pengadilan, yang jadi terdakwa adalah Islam dan penuntut umumnya adalah Geert Wilders dengan alat bukti film FITNA .
Sikap yang seharusnya diambil oleh umat Islam (kalau akalnya waras, sih) dia akan melakukan pembelaan diri. misalnya dengan mengatakan, “Gak…! Islam tidak seperti itu.” Apakah hanya dengan perkataan saja? Tidak…!! Tentunya dengan bukti yang menguatkan perkataan itu. buktinya apa? ya buatlah film baru yang menampilkan Islam itu agama rahmatan lil ‘alamin, bukan rahmatan lil muslimin.
Eh, si orang arab saudi itu malah membuat film yang menjelek-jelekkan pihak diluar perkara.
otak udang menurut saya. maaf kalau terkesan kasar.
saya tidak terlalu suka dengan orang-orang yang senang memperkeruh suasana keharmonisan dalam hidup beragama.
, waduh seharusnya yg nerima protes anda adalah al-saeed, saya tidak mewakilinya kok, saya cuma menterjemahkan dari kuwaititimes..
, kalo setuju sih gak 100%
————————–
masbadar: makasih udah balik lagi pak.
daaan, menurut saya: udah banyak seeeh, film2 yang menggambarkan indahnya Islam, hanya wilder aja yg tolol mata hatinya, mungkin tertutupi latar belakang kehidupannya yg kelam di israil (ditembaki pejuang palestina..), jadi memandang islam dengan sudut timur tengah terutama daerah konflik, coba kalo sudut pandangnya indonesia gitu loh, yang sekarang sedang damai..
maklum, latar belakang kan mempengaruhi cara pandang pak..
, kecuali mereka yang mendapat hidayah Allah.
banyak sekali film3 yg menggabarkan indahnya islam, bahkan sebagian juga dibuat oleh semisal national geografi, discovery dll. yg dibuat dunia islam sendiri? wah buanyak banget.
apa wilder gak tahu itu? nah, mungkin..lagi-lagi mungkin (saya ndak lagi mbela raed al-saeed) al-saeed bermaksud gimana sih rasanya kalo sebuah agama juga dipandang dengan cara wilder memandang?
untung orang indonesia gak pada bikin video2 murahan macam wilder. saya bisa (kalo mau) bikin cuplikan2 macam film pendek begitu, cuma pake ulead vs, ah mudah saja, lalu diupload ke youtube, esoknya pasti ada densus88 nyamperin rumah saya..
“eh lagian siapa yg memulai memperkeruh suasana keharmonisan hidup beragama? kalo anda gak terlalu suka, berarti ada suka-suka dikit kan?
salam…
16 April 2008 pada 7:01 pm
ressay
Aku g tau bagaimana perasaan umat Kristen ketika melihat film schism.
Kdua film tsb sama sama menyinggung dan mendiskreditkan suatu agama.
Mari kita hidup berdampingan dgn penganut agama lain tanpa mendiskreditkan agama lain.
Jadi gak sabar menanti film buatan Iran.
———————
masbadar: anda ini aneh, gak merasa sama sekali sedikit emosi ketika agama sendiri difitnah, gak cemburu gitu, ketika ada yg coba membela agama sendiri, eh anda begitu gagah membela toleransi. BTW, saya gak ada sangkut pautnya sama al-saeed, dan al-saeed juga tidak membuat film atas pesenan pemerintahnya, anda alergi saudi karena saudi begitu wahabi, kan ya?
yg sekuler saja bisa berkomentar jernih dan sedikit membela dgn islam atas serangan wilder, eh anda sungguh aneh.
btw, siapa yg merusak toleransi ini, siapa yg memulai?
trus anda menunggu-nunggu iran, kenapa anda gak melihat indonesia yg udah berhasil membuat film yang konon berbau agama dan memperliahtkan toleransi agama yg tinggi? apa karena indonesia negara sunni? trus iran sesuai dengn arus pikiran yg ada di muthohhari? GITUUUU?
17 April 2008 pada 11:02 am
ressay
Maaf, Anda terlalu banyak berasumsi ketika menanggapi komentar saya di atas.
Terus terang saya sempat emosi juga dengan munculnya film FITNA bahkan sampai-sampai saya buat satu kajian khusus di HMI untuk membedah kritis film tersebut.
Dan kemungkinan, saya juga akan membedah kritis film SCHISM di HMI.
Mas/Pak, memang saya yakin niat awal si pembuat film SCHISM itu baik yaitu untuk membela agamanya sendiri. Tetapi sayang pak/mas, cara yang beliau gunakan tidak tepat.
Sama halnya dengan, Kaya itu baik. Tetapi ketika kekayaan itu diraih dengan cara yang tidak benar.
Si pembuat film SCHISM itu berniat baik yaitu ingin membela agamanya, tetapi mengapa dalam membela agamanya malah dia membuat film yang berisi menjelek-jelekkan agama tertentu. Itu namanya bukan membela, tetapi cari perkara. Yang namanya membela ya bela-lah diri sendiri bahwa Islam tidak melakukan seperti apa yang digambarkan dalam film FITNA.
Alergi terhadap saudi karena kewahabiannya? lagi-lagi ini pun asumsi Anda. sayang sekali Anda terus-terusan berasumsi.
Kenapa saya nunggu-nunggu Iran? karena kabarnya Iran akan membuat film yang khusus dibuat untuk membantah tuduhan Wilders dalam film FITNA nya.
Lha film Indonesia itu muncul setelah ada film FITNA gak?
kata siapa Indonesia itu negara Sunni? lagi-lagi Anda ini berasumsi. Sungguh sangat disayangkan, saya kira Anda mampu berpikir jernih, tetapi hanya asumsi saja yang Anda sampaikan.
Iran sesuai dengan arus pikiran yang ada di Muthahhari? Ya ampun, kapan Anda berhenti berasumsi sehingga bisa menunjukkan bahwa Anda itu seorang yang berpikir logis dan ilmiah?
sangat disayangkan.
Alhamdulillah saya bocah yang masih bisa berpikir jernih dan ilmiah.
———————–
masbadar: wah, makasih udah balik lagi, asyik nih, datang ke kantor langsung ada kerjaan, nanggapin komment..
oke, de’ yaseer, baiklah ternyata asumsi saya salah telah menganggap anda tidak emosi sama sekali terhadap penayangan fitnah, saya suka tuh, begitu seharusnya dan saya tunggu hasil bedahan kritis anda ttg schism di HMI, hmi masih ada toh? Hmmmm…
17 April 2008 pada 10:40 pm
sandymc
Dua-dua nya sama saja. Meskipun pesan yang disampaikan Schism di akhir video lebih ‘peaceful’, tapi tetap saja video tsb bukan cara yang bijaksana unuk menanggapi video fitna.
ah, saya setuju dgn anda..!
——————————–
masbadar:
18 April 2008 pada 12:56 pm
ressay
HMI masih ada kok Mas. karena HMI adalah Harapan Masyarakat Indonesia.
31 Juli 2008 pada 7:36 am
Andrey p
Mas…sebegitu komplitnya mslh agama ini, membuat saya takut. Kita ga usah jauh2, di indonesia aja, untuk mendirikan rmh ibadah agama di luar islam amat susah, saya bkn mendiskreditkan islam..tp byk penganutnya yg blm paham ajaran islam. Semua ajaran agama baik hanya saja berbeda imannya.
———————————–
masbadar: salam kenal andrey, trims udah mampir di sini.. Tentang pendirian rumah ibadah, kan sudah ada aturannya, pemerintah yg ngatur lho, dan itu adalah kebijakan.. silahkan merujuk kepada peraturan skb tiga menteri untuk hal pendirian rumah ibadah..
2 Agustus 2008 pada 1:10 pm
Andrey p
Mas, kalau blh saya komentar lg, shrsnya kita ga blh tutup mata, mslh rmh ibadah, memang diatur pemerintah, tp mas ga tau apa yg trjadi dilapangan, byk oknum2 yg mempersulit, klu blh saya mengutip das sein sama das sollen, kenyataannya beda jauh. Yg menjadi point penting bagi saya, baik islam, kristen, budha,hindu, aliran kepercayaan, masing2 penganutnya msh byk yg blm paham agamanya..shg muncul fanatisme, kita ga usah jauh2 bahas perseteruan penganut agama dibelahan dunia lain, kita bereskan dulu yg didalam, Tuhan agama manapun tdk akan merestui diskriminasi, saling tuding, kekerasan,dan segala macam kejahatan. Utk pembaca yg lain dgrlah nurani anda..jgn dengar nafsu! Trima kasih mas.
di mana-mana selalu ada oknum. Parahnya oknum2 juga mempersulit masalah2 urusan keagamaan. Sepengetahuan saya, syarat pendirian rumah ibadah itu di antaranya adalah jumlah dalam sebuah lingkungan atau komunitas, dan tentu saja persetujuan warga sekitar, jika itu dipenuhi maka yang lain hanya masalah administrasi.
————————
masbadar: kalo bicara oknum, ya susah mas andrey..
Kalo masalah Tuhan, maaf, Tuhan itu ya cuma satu, Allah, Tuhan kita semua, Tuhan seluruh umat manusia, entah manusianya ngakuin atau tidak, Allah tetaplah Tuhan bagi kita semua. Mengutip kata-kata anda: Tuhan memang tdk akan merestui diskriminasi, saling tuding, kekerasan,dan segala macam kejahatan..
3 Agustus 2008 pada 7:38 pm
Andrey p
God knows the best for all the creatures…makasih masbadar, peace indonesia!
, tidakkah dialog itu indah?
——————————–
Off course He does.. sama-sama, peace for indonesia too, peace for us.. sering-sering mampir di sini yah
13 September 2008 pada 9:54 pm
gading
sembarangan. saya sudah liat film saingan fitna. sebenarnya itu berasal dari film juga. saingan film fitna di youtube itu anak-anak dan gurunya berasal dari film berjudul “Jesus Camp” terus digabung dengan berita CNN tentang perang teluk di Irak dan perang terhadap rezim Sadam Hussein yang dengan sengaja menyorot penyiksaan terhadap pasukan garda bangsa punya si sadam hussein. saya sudah tahu bahwa ini taqiya dan propaganda pengarang yang tidak bertanggung jawab. namun saya melihat juga dari segi lain bahwa kreatif juga si pengarang. saya serius.
film Jesus Camp merupakan retret beberapa anak-anak gereja yang justru bercerita tentang menang dalam perang roh bukan melawan secara daging, seperti dalam film fitna yang memang membunuh dan melawan secara daging. saingan film fitna yang tidak bermutu dan asal nyomot acara. film Jesus Camp sendiri intinya tentang pencurahan Roh Tuhan dengan berbahasa roh (bahasa keintiman tingkat tinggi di Sorga dan punya kuasa tanpa batas sebagai keluarga kerajaan Tuhan yang tanpa batas) yang dilengkapi dengan kuasa untuk memberitakan Injil disertai mujizat-mujizat dan keajaiban-keajaiban. anak-anak dalam film ditanam mental tentara Tuhan untuk tidak takut terhadap iblis tapi melumpuhkan dan terus hidup dalam kemenangan Tuhan Yesus Kristus yang telah mengalahkan iblis, sehingga Injil ada karena kuasa Tuhan yang penuh keajaiban.
saya sendiri pernah menjual dvd film Jesus Camp. jadi saya tahu kebohongan yang ada dalam film palsu saingan fitna. Subhanallah… maha suci Tuhan. Film Jesus Camp waktu saya jual sangat banyak laris. astaghfirullah… tu film fitna memang asli untuk perang menguasai dunia dengan paham islam dari alquran tanpa melihat perbedaan zaman antara zaman Muhamad yang harus perang untuk menyebarkan islam secara syari’at murni dengan zaman sekarang yang seharusnya hanya perlu syi’ar islam berdasarkan kemanusiaan dan saling menolong.
dalam film Schism itu ayat-ayat Alkitab yang diambil pun ngaco. benar-benar kacau. orang kristen tidak memakai ayat sembarangan untuk main comot lalu diperlakukan sesuka hati, meskipun dikatakan Alkitab adalah firman Tuhan. Semua harus dalam konteks yang wajar dan sesuai porsi yang tepat. dalam kekristenan ada sudah aturan menetapkan ayat-ayat sesuai dengan porsi masing-masing agar tidak tumpang tindih, jadi sangat rapi dan tidak mengerikan. perang tidak penting dalam Alkitab makanya jauh dibawah 2% kata perang dan bunuh ada di dalamnya. banyak orang mati dalam Alkitab karena kedaulatan Tuhan yang maha suci akibat karena mereka hidup dalam kebenaran dan selebihnya karena banyak dosa orang-orang berdosa, sehingga dengan otomatisnya alam menghabisi banyak orang berdosa yang tidak mau berubah percaya kepada Tuhan dan iblis tentu sangat senang jumlah manusia berdosa semakin bertambah masuk ke neraka bersama dia. saya juga sangat tahu dan kenal betul tentang banyaknya perang dalam Alquran. sudahlah, saya tidak mau menjelek-jelekkan siapapun, hanya fokus pada film “Schism” saja yang saya perlu clear-kan masalah ini. Silakan buka di youtube dan tulis kata-kata “Jesus Camp” sebab sekarang sudah disalin dalam youtube. ckckck…canggihnya zaman sekarang. wassalam
—————–
masbadar: trims atas komentar dan tanggapan anda yg panjang ini. Meski sudah tidak menarik dan sudah tidak up-to-date lagi untuk dibahas, namun saya mempersilahkan para pembaca yg lain untuk menanggapi dan berdiskusi kembali..