Samudera menutupi 70% permukaan bumi dan melingkupi lebih dari 20.000 spesies ikan. 370 spesies di antaranya adalah ikan hiu!
Jauh sebelum dinosaurus hidup di permukaan bumi, para hiu telah menjelajahi perairan. Mereka pada awalnya diciptakan lebih dari 400 juta tahun yang lalu dan telah mengalami perubahan sangat sedikit pada 100 juta tahun terakhir.
…………………………………………………………………………………………………………………………………
Tentang artikel ini
Tulisan ini saya terjemahkan dari video ms encarta dengan judul asli: sharks. Photografi diambil secara acak menggunakan google searchimage. Jika ada pihak-pihak yang tidak berkenan dengan dipostingnya artikel terjemah ini, mohon hubungi saya dan saya akan segera menghapusnya. Terima kasih.____________
…………………………………………………………………………………………………………………………………
HIU
Samudera menutupi 70% permukaan bumi dan melingkupi lebih dari 20.000 spesies ikan. 370 spesies di antaranya adalah ikan hiu!
Jauh sebelum dinosaurus hidup di permukaan bumi, para hiu telah menjelajahi perairan. Mereka pada awalnya diciptakan lebih dari 400 juta tahun yang lalu dan telah mengalami perubahan sangat sedikit pada 100 juta tahun terakhir.

Saat ini, beberapa ekor spesies lain di bumi menginspirasi banyak perhatian dan rasa takut. Para predator yangmengagumkan ini berada di puncak rantai makanan lautan. Dengan memangsa yang lemah dan yang terluka, mereka membantu memelihara keseimbangan ekosistem.
Hiu telah diset sedemikian rupa sebagai mesin pemburu yang mengandalkan insting khusus mereka untuk menangkap mangsa.

Menggunakan insting pendengaran mereka yang peka, mereka mampu mendeteksi getaran suara hingga sejauh 3.000 kaki.
Mereka sangat sensitiv terhadap bunyi berfrekuensi rendah dari mangsa yang sekarat. Getaran suara ini seperti seekor ikan yang terluka dan membuat hiu-hiu ini ribut hiruk pikuk. Ketika para hiu semakin dekat dengan mangsa, insting penciumannya mengambil alih. Insting hiu dapat mendeteksi setetes darah di dalam 25 gallon air.
Air mengalir melewati sepanjang cuping di bawah moncong hiu, memberi hiu penciuman yang tajam akan arus informasi. Di dekat moncong, hiu juga memiliki pori-pori berisi jeli. Para hiu mengambil sinyal listrik yang tercipta ketika binatang bergerak. Hal ini seperti sebuah insting tambahan yang membantu hiu menangkap mangsa, meski mangsa bersembunyi di balik pasir.

Ketika kita berfikir tentang hiu, kita tidak dapat apapun, kecuali berpikir tentang gigi-gigi mereka. Hiu menggunakan dan kehilangan gigi mereka sepanjang waktu. Beberapa spesies menanggalkan sebanyak 30.000 semasa hidup mereka, tetapi selalu ada penggantian. Di samping reputasi mereka, satu hal yang membedakan hiu dari ikan lainnya adalah kerangka mereka. Kerangka hiu terbuat sangat liat, tulang rawan yang fleksibel pengganti tulang pada umumnya.

Tulang rawan lebih ringan dibanding tulang biasa, sehingga hiu menggunakan sedikit energi ketika berenang dibanding yang dilakukan ikan bertulang biasa. Kulit yang liat menutupi tubuh hiu yang stream line. Bentuk tubuh yang tipis seperti struktur gigi membuat kulit sekasar kertas pasir dan melindungi hiu dari terluka. Gigi-gigi ini mengarah ke belakang untuk mengurangi masuknya air ketika hiu melaluinya.

Sangat banyak keuntungan yang membuat ikan hiu salah satu pemangsa yang paling efisien di bumi. Banyak di antara mereka dirancang untuk menyerang, tetapi tidak semua mereka melakukannya. Sesungguhnya, kebanyakan hiu tak berbahaya bagi manusia.

Kita masih harus banyak belajar sekitar tentang makhluk yang misterius dan susah di mengerti ini. Para Ilmuwan terus mempelajari rahasia mereka yang tak terpecahkan.







5 comments
Comments feed for this article
28 Maret 2008 pada 4:12 pm
Rosihan Anwar
informasi yang diberikan cukup menarik dan informatif…sran saya kalau bisa ditambah lagi informasi tentang jenis-jensi/spesies-spesies hiu,,,kalau bisa dipaparkan biologi mauapun morfologi dari masing-masing hiu tersebut…sehingga para pembaca mempunyai bayangan yang lebih terang mengenai hiu ini…
———————————
masbadar: makasih udah mampir, makasih kommentnya. Perlu diketahui bahwa artikel ini sebagai mana saya sebut di atas adalah terjemahan dari sebuah video dari ms encarta. Jika anda ingin mengetahui lebih spesifik ttg spesies hiu, anda bisa merujuk ke website encarta, wikipedia dan sebagainya. anyway, thank you.
4 November 2008 pada 9:57 pm
Didik
thank buat artikelnya….
2 Mei 2009 pada 9:39 pm
el_az
artikel na okeee!!!
26 Juni 2009 pada 9:34 am
Anonim
saya sgt trtrik kpd hiu, klou bisa ksh tw yg lyn dong jenis2 hiu, n’ kch tw jg hiu apa sich yg sgt mnktkn n’ agrsif
4 Agustus 2009 pada 9:21 pm
ade
gue pengen nyobain, kata orang kalau hiu udah mau nyaplok giginya digosok aja sama asem kawak…. katanya dia bisa ngilu dan langsung ngabur.